Midnight Academy
Selamat Datang Di MA Dimana Kamu Main RPG Berbasis Battle, School, etc, games, dan lain-lain Segera Lah Register Kalau Guest Dan patuhi aturan, jangan sungkan ikutan Gabung

Administrator Team


Welcome to Midnight Academy
 
HomeNewsCalendarGalleryFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Midnight Academy
Forum AgoessNaruto ● Forum Diskusi Naruto
Tempat untuk para maniak Naruto
Paradox academy.
Mirai Academy
Public School, Official RPF
Animanga Indonesia Fan
Control Panel

Guest profile

Information

Preference

Signature

Avatar

Social

Friends and Foes

Memberlist

Groups

Private messages

Inbox

PM sent

Other

Topic is being watched

Switch account:



Share | 
 

 Supercrime!

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Tsu
Special Admin
Special Admin
avatar

Member Title : Kurutte hey kids!
Jumlah posting : 384
Join date : 2013-11-08
Age : 22

PostSubject: Supercrime!   Sun Nov 22, 2015 9:01 am

Prologue

Supercrime! adalah suatu organisasi yang menguasai daerah-daerah mereka masing-masing. Hampir mirip seperti Yakuza, bedanya mereka bersifat tritagonis. Bukan pahlawan namun bukanlah seorang setan pembantai pula. Bisa dibilang, mereka adalah kelompok netral yang bergerak demi perdamaian, namun juga bergerak demi kepentingan sendiri dan tidak mementingkan masyarakat lain.

Kabarnya juga, anggota-anggotanya sangatlah menarik.

Tertarik untuk turut masuk?

_________________

YatoRi for Laifu!

Tokyo Ghoul (Discuss) | Shingeki no Kyojin (Discuss) | Set Request & Set Results | PERSYARATAN ENDORSE TOPIK! (ongoing)
Back to top Go down
View user profile
Tsu
Special Admin
Special Admin
avatar

Member Title : Kurutte hey kids!
Jumlah posting : 384
Join date : 2013-11-08
Age : 22

PostSubject: Re: Supercrime!   Sun Nov 22, 2015 9:17 am

Chapter I
Sekolah tingkat menengah Yamamura, merupakan sebuah sekolah yang terdiri dari para murid-murid yang sedikit berbeda dari murid lainnya. Berbeda disini bukan dipandang secara fisik, akan tetapi dipandang dari perilaku, kepintaran, juga cara berpikir mereka. Tidak ada sekolah yang ingin menerima mereka selain Yamamura.

.
.
.
.

"Hhhoaaaah.."

Pemuda itu menguap. Earphone tampak menutupi kedua lubang telinganya, sementara mulutnya kembali sibuk mengunyah roti melon--tentu setelah ia menguap tadi. Punggungnya tengah disandarkan di balik kaca jendela raksasa yang ada di sisi kanan koridor sekolah.

DUAR!

--sebelum suatu suara mengejutkannya.

Pemuda itu--Wakaouji Sakaki, dengan cepat melepas earphone-nya dan menoleh ke arah jendela di belakangnya untuk melihat apa yang terjadi. Apa yang dilihat--sebuah asap tebal. Kemudian, tak berapa lama, teriakan terdengar. Pasti ada yang tidak beres. Dengan cepat Sakaki memecah jendela tersebut. Setelah lubang pecahannya dikira cukup besar, dengan cepat ia melompat ke bawah. Omong-omong, ini lantai 2.

TAP!

Mendarat dengan sempurna.

"--eh?" alisnya mengkerut. Mana mungkin ia bisa masih dalam posisi seimbang setelah melompat dari lantai 2? Lagipula, kakinya tidak merasakan sakit sedikit pun. Seolah ia mendarat di atas sebuah kasur empuk. Helaan napas. Setelah asap tersebut cukup menipis, sesosok siluet tampak berada 5 meter di depannya.

Sebelum akhirnya, asap yang mengelilinginya menipis sempurna.

Dan ia salah. Yang ada bukan cuma 1 orang. Akan tetapi--5 orang!

_________________

YatoRi for Laifu!

Tokyo Ghoul (Discuss) | Shingeki no Kyojin (Discuss) | Set Request & Set Results | PERSYARATAN ENDORSE TOPIK! (ongoing)
Back to top Go down
View user profile
Tsu
Special Admin
Special Admin
avatar

Member Title : Kurutte hey kids!
Jumlah posting : 384
Join date : 2013-11-08
Age : 22

PostSubject: Re: Supercrime!   Mon Jun 13, 2016 7:29 am

“A-apa-apaan mereka itu!?”
“Sepertinya mereka mengincar seseorang..”
“Tapi siapa--HEI ADA ORANG YANG TERJUN KE BAWAH!”
“Itu--Sakaki?”
“Yang benar saja, itu beneran Wakaouji Sakaki dari kelas 2-A bukan!?”
“Apa yang sedang ia lakukan--”

Ketika semua murid tampak heboh memandangi ke bawah dari kaca jendela raksasa itu, seorang murid tampak terdiam memandangi mereka dari dalam kelas 2-A. Kemudian, murid itu menyeringai.

“Semua sudah dimulai, hn?” bisiknya pelan.


5 orang. Terdiri dari seorang gadis dengan rambut pink dikuncir dua, seorang gadis glamor yang serba hitam, seorang pria bertubuh kekar dan tinggi, seorang pemuda berkacamata dengan surai pirang, dan seorang lagi--entahlah, ia tidak bisa mendeskripsikan penampilannya, karena ia memakai topeng.

“APA WAKAOUJI SAKAKI BERADA DISINI?!”

Pria bertubuh bongsor itu berteriak. Bahkan teriakannya terdengar sampai seantero sekolah. 4 orang yang bersamanya hanya memasang ekspresi sama, cuek. Sementara murid-murid yang memandangi dari kaca jendela tadi, tampak memasang raut wajah ketakutan.

“..ah, aku--” sebuah balasan dari Sakaki berhasil menarik perhatian pria itu. Pria itu mengacungkan jari telunjuknya ke arah Sakaki.

“Jangan bilang kamu Wakaouji Sakaki!?” ucap pria itu dengan nada tinggi, membuat Sakaki gugup. Sakaki mengangguk pelan sebagai jawaban. Pria itu terdiam sebentar, kemudian menoleh ke arah gadis bersurai pink tadi. Gadis bersurai pink itu mengangguk tanda mengerti.

“Karkyo, activate!” setelah gadis itu mengucapkan hal tersebut, sebuah cahaya biru mengelilingi tubuhnya. Kejadian itu sungguh membuat yang lain terpana, mereka hanya bisa terdiam menyaksikan keajaiban di depan mereka.

Cahaya biru itu perlahan menghilang. Namun, yang berbeda adalah--

Rambut gadis itu menjadi warna biru, dan tangan kanannya tengah memegang sebuah revolver hitam.

“Maafkan aku, Wakaouji Sakaki,” moncong revolver itu diarahkan ke arah Sakaki, pelatuk perlahan-lahan ditekan. “Ini tugas.”

“Keberadaanmu tidak diharapkan di dunia ini.”

Pelatuk ditekan, dan--

DOR!

.
.
.

_________________

YatoRi for Laifu!

Tokyo Ghoul (Discuss) | Shingeki no Kyojin (Discuss) | Set Request & Set Results | PERSYARATAN ENDORSE TOPIK! (ongoing)
Back to top Go down
View user profile
Tsu
Special Admin
Special Admin
avatar

Member Title : Kurutte hey kids!
Jumlah posting : 384
Join date : 2013-11-08
Age : 22

PostSubject: Re: Supercrime!   Sun Jan 22, 2017 6:29 am

.
.
.

Perlahan, Sakaki ambruk ke atas tanah dengan lubang di keningnya.

BRUK

Punggungnya menyentuh tanah. Ia diam tak bergeming, tentu, siapa yang masih bisa bergerak dalam kondisi seperti itu. Setelah itu, revolver yang dipegang gadis itu perlahan menghilang, perlahan surainya berangsur-angsur berubah pink kembali.

“Tugas sudah selesai. Sekarang, mari ke Big Boss.” ucap pemuda bersurai pirang itu sembari memutar badannya. Bertepatan setelah perkataan itu diucapkan, mereka mengikuti pemuda itu di belakangnya.


“Selamat datang di Monad....”

Sebuah suara dingin berhasil membuat Sakaki terbangun. Setelah mengubah posisinya menjadi posisi duduk, ia melihat ke arah sekeliling. Ada sebuah sofa biru di depannya, dan beberapa pintu di tiap sisi ruangan. Seluruh dinding ruangan dicat biru. Ia memandang heran ke arah sosok yang tengah duduk di atas sofa itu.

“Dimana ini?” tanya Sakaki pada sosok itu. Sesosok pemuda berkulit pucat dan bersurai hitam itu tersenyum simpul. “Sudah kubilang, Monad... ruangan yang eksistensinya melawan teori ruang dan waktu... tempat yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memegang 'Kunci Monad'. Tempat yang hanya bisa diakses oleh mereka yang spesial....” jawab pemuda itu setengah bergumam. Jelas, jawaban itu tidak cukup memuaskan. Hasilnya, kening Sakaki makin berkerut.

“Kunci Monad? Spesial? Teori ruang dan waktu?” Sakaki mendengus geli. “Tak mungkin ini bisa terjadi. Pasti aku hanya bermimpi. Ya, pasti!” mendengar kata-kata itu, sosok itu tersenyum. Ia mengarahkan jari telunjuknya ke arah kening Sakaki. “Ini bukan mimpi...kalau mau akan kutunjukkan buktinya.”

“Eh?”

Perlahan, Sakaki merasakan sakit di keningnya. Dan berangsur-angsur, rasa sakit itu makin bertambah. “KKKHHH!! APA INI!!!” geram Sakaki sambil merebahkan dirinya di atas lantai lalu memegangi keningnya. Pemuda itu memasang senyum dingin. “Aku mengembalikan penyebab kematianmu...peluru spesial dari gadis itu. Hhhm, karena ruangan ini melawan teori ruang dan waktu... kau takkan bisa mati di dalam ruangan ini,” pemuda itu kembali mengarahkan telunjuknya ke arah kening Sakaki, sehingga Sakaki bisa merasakan bahwa perlahan-lahan rasa sakit itu menghilang.

“Dan kalaupun bisa mati, aku takkan membiarkanmu mati...”

Sakaki sempat terdiam tak bergeming, kemudian ia kembali berdiri. Pemuda itu tersenyum. “Dengar... keberadaanmu berlawanan dengan teori kematian. Merupakan sebuah takdir, kita bisa bertemu disini.” pemuda itu berdiri. Ia menghampiri Sakaki lalu menaruh sebuah kunci perak di telapak tangan Sakaki. “Kunci Monad. Kau bisa datang kemari dengan itu, dan selama kunci itu belum hancur,” pemuda itu berjalan ke sofanya lalu kembali duduk. Kemudian, ia menatap Sakaki dengan tajam. “kau takkan kubiarkan mati.”

Sakaki kembali memandangnya heran. Pemuda itu tersenyum simpul. “--karena itu, kubilang keberadaanmu berlawanan dengan teori kematian. Karena, keberadaanku juga berlawanan dengan teori kematian.”

“Namaku Metatron. Ingat, takdirmu adalah hal yang kau tentukan sendiri...apapun pilihanmu, aku pasti akan selalu menyertaimu, sampai kunci itu menghilang dari tanganmu....” pemuda itu berdiri kemudian membuka pintu di ujung ruangan. Lalu, ia menyeret Sakaki dan melemparkannya ke arah pintu itu. “Kita akan berjumpa lagi. Sampai pada hari kau menjejakkan kakimu kembali di Monad...” pemuda itu tersenyum. “Selamat tinggal.”


“--tunggu sebentar!”

Suara itu berhasil membuat langkah 5 orang itu terhenti. Masing-masing dari mereka menoleh ke arah sumber suara--tentu saja, Sakaki yang tengah berdiri tegap. Sakaki memandang mereka berlima satu persatu, dengan tajam.

“Mustahil,” gumam gadis bersurai pink itu. Gadis bersurai pink itu berjalan ke hadapan Sakaki kemudian kembali mengaktifkan kemampuannya.

“Karkyo, activate!” gumam gadis itu. Cahaya biru muncul, lalu setelah cahaya biru itu menghilang, rambutnya berubah biru kemudian revolver muncul di tangan kanannya. Ia mengarahkan revolver itu ke arah kening Sakaki. Sakaki memandangnya dengan pandangan datar.

“Kemampuan Karkyo milikku adalah untuk mematikan musuh dalam sekali tembak dan menyegel ingatan, jiwa, dan kemampuan musuh ke dalamnya,” jelas gadis itu. “--kenapa kau tak mati? Jawab!” desaknya.

“.....” Sakaki terdiam. Ia tak percaya dengan apa yang ia hadapi sekarang. Apa yang baru saja terjadi? “Metatron?” gumamnya pelan. Ia mengangkat tangan kanannya yang tengah menggenggam sesuatu. Ia membuka kepalan tangannya. Di telapak tangannya, tergeletak sebuah kunci perak. Alisnya mengkerut.

Gadis itu mulai menarik pelatuk revolvernya. “Jawab dalam 5 detik, atau--”

“Tunggu!”

Sebuah suara terdengar dari belakang Sakaki. Sakaki dengan terkejut menoleh ke arah belakangnya, sementara kelima orang tadi tampak memandang sosok di belakang Sakaki dengan terkejut. “Kau--” ucap pemuda yang berbadan tinggi dan kekar itu.

Di belakang Sakaki, berdirilah seorang pemuda yang tengah mengenakan seragam SMA Yamamoto yang mengenakan kacamata hitam. Tampak ia sedang membetulkan kacamatanya sebelum menatap mereka berlima dengan tajam. “Enyah kalian. Jika kalian masih belum pergi dalam 5 menit, aku akan mengusir kalian secara paksa.” ancam pemuda itu.

“T-Takaki-senpai?” ucap Sakaki.
Takaki segera berdiri di depan Sakaki, melindungi Sakaki.

Salah satu dari 5 orang itu, yaitu pemuda bertopeng yang dari tadi diam saja, tampak berjalan ke hadapan Takaki. Sebelum, di sekeliling tubuhnya muncullah rantai-rantai yang mengelilingi dirinya dan asap hitam legam yang meliputi seluruh tubuhnya. Takaki tersenyum sinis. “Rei...kau menantangku?” di sekeliling Takaki, muncullah zat asam berwarna hijau pucat yang cukup padat dalam jumlah banyak.

“Asam bersifat korosif,” Takaki mengarahkan telapak tangannya ke arah sosok bernama Rei itu. Zat-zat asam yang mengelilingi dirinya tampak meluncur ke arah Rei sebelum mengelilingi Rei. “Jangan bilang kau sudah lupa kemampuanku?” tanya Takaki sinis.

“..bagaimana aku bisa lupa,” sebuah suara berasal dari dalam zat asam yang tengah mengepung Rei itu. Takaki mundur selangkah. Zat-zat asam itu bercipratan ke mana-mana. Tampak asap hitam legam itu mengelilingi Rei dan rantai-rantainya, sehingga melindunginya dari zat asam itu. “Kau satu-satunya yang bisa mengalahkanku dulu. Tapi semua berubah. Asap ini,” Rei mengarahkan asap hitam itu ke arah Takaki, lalu tangannya tampak membentuk gestur seperti mencekik leher. Asap hitam itu mengelilingi leher Takaki sebelum mencekiknya.

“Agh--” rintih Takaki. Rei terkekeh. “Lain kali dapatkanlah kemampuan yang bisa melindungimu dari apapun, bodoh.” ejeknya. Sakaki, yang dari tadi menonton pertandingan itu, setelah tahu bahwa orang yang berpihak padanya dikalahkan dengan mudah, menarik nafas dalam sebelum menutup kedua matanya. Kunci Monad ia genggam erat.


KRIEEEETTT

“Selamat datang di Monad....”

Suara familiar itu membuat Sakaki membuka matanya. Metatron tampak tersenyum ke arahnya. “Kau belum memiliki Spirit, yang harus kau lakukan pertama-tama untuk mengalahkan mereka adalah memiliki Spirit...” Metatron membentuk tangannya seperti sedang menggenggam bola bisbol. Muncullah cahaya berbentuk bulat dan berwarna perak disitu.

“Jawablah tiga pertanyaanku.”
“Pertama... hitam atau putih?”
“Hitam.” ucap Sakaki. Bola itu berangsur-angsur berubah hitam.
“Kedua... apa yang ingin kau implementasikan terhadap dunia ini?”
“Kedamaian.” bola itu berangsur-angsur berubah merah muda.
“Ketiga...” Metatron diam sejenak. “Bagaimana caramu mewujudkan kedamaian?”
“Pengorbanan. Aku akan berkorban demi kedamaian, apapun yang terjadi...aku akan terus berkorban, walau aku tahu, pengorbanan itu dapat menghasilkan kematianku.”

Bola itu berangsur-angsur berubah biru. Metatron tersenyum. “Bagus..” ia melemparkan bola itu ke arah Sakaki. Bola itu segera Sakaki tangkap. Perlahan, bola itu diserap oleh tubuh Sakaki. “Ap--a ini?!” pekik Sakaki. Metatron kembali tersenyum. “Biasakanlah dirimu dengan itu... kami, para Penghuni Monad, memang selalu membuat kemampuan kalian para manusia terpilih dengan cara itu... jadi, biasakanlah dirimu dengan sensasi itu.”

“A-AAAGGGGHHH!!!” rintih Sakaki sambil memegangi tangannya. Ia tersungkur ke tanah. Metatron memandanginya dengan pandangan rendah sambil menghela nafas. “Sudah kubilang, biasakan.... karena kami Penghuni Monad menggunakan sistem itu untuk memasukkan kemampuan dengan paksa, dan karena kau akan mengalami hal seperti itu selama hidupmu...”

“Aggghh...” Sakaki merintih. Metatron menghela nafasnya. Ia berjalan ke arah Sakaki sebelum menekan dengan paksa bola yang sudah sisa separuh itu. “AAAAAAAAAAAAAAAGGGHHH!!!!!!!!” teriak Sakaki. Setelah bola itu masuk sepenuhnya ke dalam tubuh Sakaki, Sakaki segera mengatur ritme nafasnya lalu berdiri sambil memegangi tangan kanannya.

“Untuk sekarang... segeralah,” Metatron menyeret Sakaki menuju pintu di ujung ruangan lalu melemparkannya ke arah situ.


Sakaki membuka matanya. Tampak Takaki masih tercekik, dan Rei masih mencekik Takaki. Sakaki kembali menutup matanya. Cahaya biru mengelilingi sekelilingnya.

“Summon... Orpheus!”

KATS

Cahaya biru itu menghilang, dan kini mata Sakaki berubah biru. Di tangannya muncullah sebuah gitar. Jemarinya mulai memetik senar gitar itu. “Song of Paralyze,” gumamnya sambil jemarinya tetap memainkan sebuah lagu. Tampak asap hitam yang mengelilingi leher Takaki menghilang, dan pergerakan Rei terhenti.

Takaki lolos, ia langsung meluncurkan zat asam dalam jumlah banyak ke arah Rei.

Namun, pemuda berperawakan tinggi dan kekar itu segera menarik Rei sehingga zat asamnya hanya menghantam tanah kosong. Takaki mendecih. Pemuda itu menatap Takaki dengan sengit. “Supercrime! Ke tempat Big Boss, sekarang!” komandonya sebelum melakukan teleportasi. Anggota lain pun demikian.

Takaki menghela nafas. Ia menoleh ke arah Sakaki. “Wakaouji, terima ka--eh?” Sakaki tampak tersungkur ke arah tanah. Takaki dengan cepat menghampiri Sakaki. “Wakaouji. SADARLAH WAKAOUJI! WAKAOUJI!”

[ T B C ]

_________________

YatoRi for Laifu!

Tokyo Ghoul (Discuss) | Shingeki no Kyojin (Discuss) | Set Request & Set Results | PERSYARATAN ENDORSE TOPIK! (ongoing)
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Supercrime!   

Back to top Go down
 
Supercrime!
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Midnight Academy :: Member Creativity :: Karangan Cerita-
Jump to: