Midnight Academy
Selamat Datang Di MA Dimana Kamu Main RPG Berbasis Battle, School, etc, games, dan lain-lain Segera Lah Register Kalau Guest Dan patuhi aturan, jangan sungkan ikutan Gabung

Administrator Team


Welcome to Midnight Academy
 
HomeNewsCalendarGalleryFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Midnight Academy
Forum AgoessNaruto ● Forum Diskusi Naruto
Tempat untuk para maniak Naruto
Paradox academy.
Mirai Academy
Public School, Official RPF
Animanga Indonesia Fan
Control Panel

Guest profile

Information

Preference

Signature

Avatar

Social

Friends and Foes

Memberlist

Groups

Private messages

Inbox

PM sent

Other

Topic is being watched

Switch account:



Share | 
 

 The Internet

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Scarlet
Webmaster Away Webmaster
Webmaster Away Webmaster
avatar

Member Title : WB, WB everywhere~
Jumlah posting : 563
Join date : 2013-04-05

PostSubject: The Internet   Sat Oct 18, 2014 4:02 pm

The Internet
Genre : Sci-Fi, Psychology, Romance
Author's Note : Pertama kalinya bikin karcer bertema Sci-Fi & cyber-war. :3 kalau ada kesalahan, CMIIW. Terima kasih sudah membaca, senpai - senpai sekalian. (_ _)



Internet, adalah salah satu tempat yang menjadi pusat informasi - informasi sensitif yang tersimpan dimana saja, di database web-server, di post blog / jurnal, dimanapun. 1 keyword = lebih dari 1000 informasi. Semakin internet berkembang, bibit hacker dan cracker mulai bertumbuh, menyebabkan internet tidak lagi aman untuk dipergunakan. Dengan alasan itulah badan kepemerintahan memblokir akses menuju internet, ah, tidak sepenuhnya. Pemerintah hanya memblokir akses ke website yang memiliki informasi sensitif, juga memblokir akses menuju Cached Page, dan menghilangkan fitur Cached Page pada setiap browser.

Namun, justru berdampak sebaliknya, para hacker dan cracker yang sudah mencapai tahap profesional maupun masih amatir bergabung dan menciptakan organisasi bernama 'Anonymous'. Sementara itu, para hacker dan cracker yang menolak untuk bergabung bersama Anonymous akhirnya menciptakan suatu organisasi kolaborasi hacker & cracker yang bernama 999. 999 ini dimusuhi oleh kebanyakan Anonymous, karena mereka mengirim 'serangan' berupa pengiriman virus - virus berbahaya menuju gadget sang Anonymous melalui akses internet, dan men-deface website - website umum, juga mengganti kontennya dengan konten yang menyinggung Anonymous.

Internet bukanlah suatu hal yang bagaikan nirwana bagi para penggunanya, juga para developer dan programmer. Kini, mereka terjebak dalam pertarungan dunia maya. Apakah ini akan menjadi akhir dari dunia internet? Atau justru ini akan membuat pemerintahan untuk membuka akses menuju internet kembali?

_________________
Back to top Go down
View user profile http://midnightacademy.indonesianforum.net
Scarlet
Webmaster Away Webmaster
Webmaster Away Webmaster
avatar

Member Title : WB, WB everywhere~
Jumlah posting : 563
Join date : 2013-04-05

PostSubject: Re: The Internet   Tue Dec 16, 2014 9:19 am

Document I - First Action




District 5 -- Octaph

"Halo--" seseorang tampak berbicara dengan telepon miliknya dengan nada pelan sembari mendengarkan jawaban sang lawan bicara. "Ya. Mereka memilih musuh yang salah," bisik sosok tersebut sembari melirik ke arah monitor yang berada di depan matanya--monitor tersebut dilengkapi dengan berbagai tulisan dengan bahasa yang tak akan dipahami orang yang tidak pernah menyentuh dunia hacking. Namun script yang sedang ditulis tersebut sangat sulit untuk dipahami isinya.

"Bilik dua dan bilik lima sudah kubereskan." ia menggerakan mouse miliknya menuju sebuah tab dengan title 'District 3' sebelum kembali mengalihkan perhatiannya pada ponsel yang ia dekatkan pada daun telinganya. "Dengarkan aku. Mungkin saja ini jebakan--mereka bertujuan untuk menjebak kita. Segera bereskan bilik tiga dan bilik satu sebelum sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi." bahkan sebelum lawan bicaranya menjawab, ia sudah memutus hubungan dan mulai menghadap pada monitornya kembali.




District 3 -- Clafter

Seorang pemuda dengan hoverboard miliknya tampak menyusuri salah satu distrik utama kota itu dengan santai--walaupun ia mengenakan suatu topi yang menyembunyikan matanya dan jaket berbahan beludru dengan warna coklat polos. Sebuah style fashion yang lumayan aneh, bahkan saat ini ia menjadi salah satu pusat perhatian warga sekitar. Namun tak lama setelah itu--BAM! Sesuatu tampak meledak di kejauhan sana--dengan radius ledakan yang lumayan tinggi. Sang pemuda hanya menyeringai sembari berbalik arah dan berjalan ke arah ledakan tersebut menggunakan hoverboard miliknya.

Ketika sampai di lokasi yang dimaksud, dengan wajah gembira ia meraih ponselnya dengan gopoh, mungkin karena terlalu gembira. "Code:05 disini! Bilik tiga telah dibereskan." sembari menatap ke arah gedung yang kini sedang diluluh lantahkan oleh api. "Aku akan segera mengerjakan bilik satu. Dan sesuai janjimu, kita akan makan kari di restoran ternama!"

Sementara sang lawan bicara hanya menghela nafas.




District 4 -- Otopia

Seseorang dengan atribut serba hitam dan topeng 'Anonymous' tampak melirik ke arah arloji yang melekat pada karpusnya sebelum menyentuh jam tangan tersebut--menyebabkan suatu pop-up-atau-apalah-namanya-itu keluar, dan menampakkan seorang pemuda dengan surai indigo. "Master, izinkan saya untuk melaporkan keadaan saat ini," diiringi dengan anggukan pelan dari orang tersebut. "Pertahanan firewall kita telah dirusak oleh seseorang. Tampaknya ia berasal dari 999," hatur sosok tersebut pelan. "Setelah saya melacak keberadaannya--dia berada di distrik Oktap--" "Octaph," ucap sosok tersebut sembari menatap hologram itu. "O-oh ya, Octaph. Nama distrik itu memang memelintir lidah," ucap hologram itu sembari tertawa garing. Sosok itu memicingkan kedua matanya sembari kembali menyentuh jam tangannya. "Hologram tak berguna.." bisiknya sembari melirik ke arah komputer yang berada di sebelahnya.

"Apa yang akan kau lakukan.." bisiknya sembari menghela nafas.




District 5 -- Octaph

"Gawat." tanda kepanikan muncul dari mimik wajah pemuda itu ketika ia melirik ke arah monitornya. Salahnya karena telah luput dari monitornya, karena ia sedang menyeduh teh hitam barusan. Dengan cepat ia duduk di atas kursi kayunya sebelum mengetikkan beberapa kata di keyboard. Setelah menekan enter, pemuda itu menghela nafas lega sembari menyeruput teh hitam miliknya. "Haha. Mereka akan menembus firewall palsu yang ketika dibobol, akan mematikan sistem operasi mereka," bisiknya sembari menyalakan televisi. Berita di sana mengungkapkan tentang kasus peledakkan gedung militer yang diurus secara langsung oleh pemerintah.

Pemuda itu memicingkan matanya sembari menghela nafas. "Tak ada nama pemerintah di sini," gumamnya sembari mulai menelepon seseorang. "Code:145, dengar. Aku punya permintaan," ia menghela nafas sembari menutup mata kanannya dengan tangan kanan. "Cari tahu di mana pemerintah berada. Suruh beberapa informan yang kita rekrut barusan untuk berpencar di setiap distrik dan letakkan bom di tempat dimana pemerintah mungkin ada," kembali menghela nafas sebelum mendengar respon dari orang yang ia telepon barusan.




District 1 -- Cedar

"Roger, senpai. Code:145 mengucapkan selamat 'bermain'--ssu!" jawab pemuda yang sedang berada di distrik satu itu dengan santai, bahkan penampilannya kelewat santai. Kaus dalam berwarna hijau dengan lapisan berupa jaket kulit berwarna coklat pekat, dengan celana jins yang sudah robek. Ia memang menyukai penampilan yang santai, karena itu ia berdandan dengan santai. Tapi--jangan kira kalau dia tidak bisa melakukan apa - apa.

Sembari melirik ke arah arlojinya, ia mengeja waktu yang tertera pada arlojinya. "Jam 3 lewat 25.." sebelum menyeringai. "Jam 3 lewat 26.. dua menit lagi, pesta ini akan dimulai.." bisiknya sarkastik sembari melirik ke arah gedung di belakangnya dan menyeringai lebar--sebelum gedung tersebut meledak dan ia hanya mengangkat bahu sembari menggelengkan kepala. "Ara - ara~ ini akan sedikit memakan waktu kurasa~" senandungnya sembari berjalan ke arah stasiun terdekat dan masuk ke dalam toilet. Tidak--tujuannya bukan untuk buang air.

Earset dipasang pada telinganya. Ia menggunakan aplikasi voice record pada ponselnya sembari mulai merekam suaranya. "Halooo semuanyaaa~ selamat malam dari saya. Sekarang saya akan meramalkan prakiraan kejadian untuk besok--nasib buruk bagi kamu yang bermarga 'Furukawa'~" tentu, marga pemerintah adalah 'Furukawa'. "--besok ada pesta kembang api massal per-distrik, pokoknya siap - siap saja yaaaaa~ dan oh! Mati lampu total akan terjadi per-distrik, entah kapan karena jadwal mati lampu tidak menentuuuuuuuu~" lanjutnya lagi dengan nada sok imut. "Ne, untuk kalian yang mendengarkan siaran ini di radio terdekat~ usahakan untuk jangan terlalu berurusan dengan 'saudara kalian'~" saudara yang ia maksud di sini adalah lingkungan. Tidak berapa lama setelah ia melanjutkan perkataannya, terdengar bunyi 'BAM!' dan diiringi dengan bunyi teriakan.

"Oh~ sepertinya di sekelilingku mulai berbahaya--WAAA!" itu cuma akting--kau tahu. Karena dia yang meletakkan bom di stasiun tersebut. Setelah ia berteriak, ia mematikan voice record miliknya dan mulai berbaur pada sekelilingnya dengan santai sebelum mengambil suatu lencana organisasi 999 yang berupa sebuah kepingan kecil dan menekannya untuk menghubungi para informan.

"Ah~ jadi tidak sabar menunggu besok--ssu!" sebelum menghilang di antara para orang yang berjejal - jejal tersebut.

[To be continued]

_________________
Back to top Go down
View user profile http://midnightacademy.indonesianforum.net
Mizuro Yotsuki
Moderator - RPG SNK & Naruto Division
Moderator - RPG SNK & Naruto Division
avatar

Jumlah posting : 251
Join date : 2013-04-18
Age : 17
Lokasi : United Kingdom Of Hitsugaya

PostSubject: Re: The Internet   Sat Feb 06, 2016 3:19 pm

Tahun ajaran baru Cedar Technology High School (CTHS). Pemuda berkacamata dengan bingkai hitam tampak memasukkan tangan ke dalam sakunya, berjalan seolah-olah tidak ada beban apapun di pundaknya. Padahal, ia adalah sang Code:02. Wakil ketua dari organisasi 999. Dan—sosok yang memerintahkan peledakan gedung pemerintahan.

"Saitou, pagiiii!"

Seseorang tampak menyeruduknya dari belakang. Membuatnya melonjak ke depan, sebelum kembali berdiri tegap. Pemuda itu—Saitou, memutar tubuhnya, hanya untuk melihat sosok di belakangnya. Tatapannya berubah jengkel tepat ketika mengetahui sosok yang berdiri di belakangnya.

"Satoshi."

Saitou memutar badannya, kembali berjalan menuju sekolahnya, CTHS. Satoshi berlari, menyeimbangkan posisinya dengan Saitou. "Heei! Kau jahat. Masa aku ditinggal." seolah tidak menghiraukan, Saitou terus saja berjalan.

Setibanya di gerbang, ia memasukki gerbang tersebut kemudian berjalan masuk ke kelasnya. 12-A. Lalu, ia berjalan ke arah bangkunya—di paling sudut ruangan kiri.

Daaan. Guru telah tiba.

•••

"Pelajaran menyebalkan...."

_________________
Jangan pernah memandang rendah dirimu sendiri. Bagi Dunia kamu mungkin hanya seseorang, tapi bagi seseorang kamu mungkin dunianya.




Back to top Go down
View user profile http://forumnaruto-gakure34.forumid.net/
Sponsored content




PostSubject: Re: The Internet   

Back to top Go down
 
The Internet
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» start selenium 2 with Internet Explorer.
» The internet's newest meme...
» Internet Explorer driver
» [SOLVED] Removing Windows Firewall = no internet access
» SUN: MADDIE IS TARGET OF INTERNET TROLLS

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Midnight Academy :: Member Creativity :: Karangan Cerita-
Jump to: