Midnight Academy
Selamat Datang Di MA Dimana Kamu Main RPG Berbasis Battle, School, etc, games, dan lain-lain Segera Lah Register Kalau Guest Dan patuhi aturan, jangan sungkan ikutan Gabung

Administrator Team


Welcome to Midnight Academy
 
HomeNewsCalendarGalleryFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Midnight Academy
Forum AgoessNaruto ● Forum Diskusi Naruto
Tempat untuk para maniak Naruto
Paradox academy.
Mirai Academy
Public School, Official RPF
Animanga Indonesia Fan
Control Panel

Guest profile

Information

Preference

Signature

Avatar

Social

Friends and Foes

Memberlist

Groups

Private messages

Inbox

PM sent

Other

Topic is being watched

Switch account:



Share | 
 

 Midnight Academy

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Minori "Noha" Minoguchi
Funny-Staff-Staff-Genit
Funny-Staff-Staff-Genit
avatar

Jumlah posting : 129
Join date : 2013-08-15

PostSubject: Midnight Academy   Thu Nov 14, 2013 3:54 pm

OOT: Karakter di karangan cerita ini adalah para tokoh RP MA, yang sudah memegang izin dengan saya, yaitu Uchiha Kitsune, Akuro Kejitani, Gareki, dan saya sendiri :yaoming: Silakan dinikmati, kalau mau mendaftarkan karakter sendiri silakan masuk ke trit komentar.

***

Seorang pemuda bersurai biru keungu-unguan dengan santainya mendengar lagu di handphone miliknya. Sesekali dia menuruti syair lagu itu, dan sesekali dia menuruti nada di lagu tersebut. "It's just burned down, burned down..." Ucapnya menuruti syair lagu itu. Dengan kepala digoyang-goyang dia meraih sapu, kemudian menyapu lantai kamarnya yang kotor. "They just faded out, in my hand... It's below you, with a plastic tear, falling in your beautiful hair..." Lanjutnya seraya menuruti nada di lagu itu dengan menggumam. "Graffiti wall, burned-out hands, screams and blood, just leave it behind...They are gh-" Suara ketukan pintu membuat nyanyiannya terputus. Dia menekan tombol "Pause" pada handphone-nya, kemudian membuka pintu. Menampakkan sesosok gadis bersurai coklat, yang sedang tersenyum ramah. "Minori, lagi-lagi kamu datang ke sini. Mau main, ya?" Tanya pemuda bersurai biru keungu-unguan bernama Hitsuke itu kepada adik sepupunya, Minori.

"Bukan, aku bukan mampir ke sini buat main atau nonton rekaman ulang band Union Z, aku cuma datang ke sini buat nanya" Jawab Minori sambil menggaruk-garuk kepalanya. Hitsuke mendengus kesal, seraya membuka lebar pintu kamarnya. "Ya sudahlah, cepetan masuk, aku lagi gak mau diganggu, nih" Perintah Hitsuke sambil menguap malas. Menggaruk belakang kepalanya, kemudian duduk di lantai kayu yang licin. "Jadi? Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Hitsuke seraya menoleh ke arah Minori.
Minori menutup pintu kamar, kemudian mulai berbicara. "Se-Sebenarnya, apa itu Midnight Academy?" Tanyanya sambil terbata-bata.

Ya salam, ke sini cuma buat nanya hal itu. "Iya, aku emang tau, kenape emangnya?" Jawab Hitsuke sambil sweat drop. "Hee, trus, di sana belajar apa emangnya?" Minori kembali bertanya. " XD Ane kagak sekolah di sana neng," Jawab Hitsuke dengan ngawur-ngawuran. " OTL Trus, kenapa bilang tau?" Kembali Minori bertanya. Ya salam, anak ini. "Iya aku cuma tau namanya aja bego SWT " Jawab Hitsuke dengan ketus. Bodo, ah, ngeladenin anak bodoh macam ini. "Udah sana, makan di lantai bawah sama Ne-Senpai, ntar dikasih uang 50 yen lho" Perintah Hitsuke seolah-olah mengusir Minori keluar dari kamarnya. Ne-Senpai itu ibunya, biasanya dia memanggilnya dengan panggilan itu. Adik sepupunya yang malang itu mengangguk ngambek, seraya pergi keluar dari kamar Hitsuke dengan menghentakkan kakinya. "Lanjut~Nyanyi~" Ucap Hitsuke gembira seraya menekan "Play" di handphonenya.

"Lho, kenapa ini? Hang...." Keluh Hitsuke sambil terus menekan tombol Play. "Aaaahhh!! Dasar HP lelet!!" Keluh Hitsuke dengan nada marah seraya menekan tombol Play dengan dalam. Tidak mau juga. "Dasar HP tua!" Keluh Hitsuke sambil melemparkan HP itu ke kasurnya, kemudian berlari turun tangga, berjalan menuju dapur. Ne-Senpai punya Hitsuke sedang memandang anaknya terheran-heran. "Loh, ada apa, nak?" Tanyanya heran seraya mengambilkan segelas air putih dingin untuk Hitsuke yang nampak ngos-ngosan. "Ne-Senpai, belikan aku HP.." Rengek Hitsuke sambil berpura-pura nangis. Ne-Senpai hanya menghela nafas panjang. "Nak, HP kamu itu udah terbitan 1 tahun yang lalu, HP punya Ne-Senpai aja kalah, udah 10 tahun yang lalu, bayangkan betapa lamanya." Tegur Ne-Senpai sambil mengelus-elus tangan anak rewel-nya itu. "Tapi Ne-Senpai!! HP teman-teman Hitsuke sudah pada terbitan 1 bulan lalu, sedangkan HP Hitsuke yg paling tua!!" Bantah Hitsuke seraya berpura-pura menangis terisak-isak. "Bagus kan, punya HP tua, itu berarti kamu lebih matang daripada teman-teman lainnya yang masih hijau LOL " Canda Ne-Senpai.

"Hm... Tapi tetep aja itu HP butut bener!!" Keluh Hitsuke seraya membanting meja. "Eh, Hitsuke! Denger, ya! Mau diapain tuh HP! Mau dipamer-pamerin terus dipinjem temen!? Jawab!" Bentak Ne-Senpai. "Ne-Senpai, iya aku tau itu, tapi pokoknya aku mau HP baru!!" Bentak Hitsuke. Hitsuke naik ke lantai 2, kemudian tiba-tiba suasana jadi sepi. Intinya, Hitsuke ngambek dan masuk ke dalam kamar. Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu yang mmbuat Ne-Senpai kaget. Ne-Senpai membuka pintu, dan menampakkan seorang remaja lelaki berbola mata lime.

Siapa dia?


Last edited by Minori "Noha" Minoguchi on Fri Nov 22, 2013 4:40 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Minori "Noha" Minoguchi
Funny-Staff-Staff-Genit
Funny-Staff-Staff-Genit
avatar

Jumlah posting : 129
Join date : 2013-08-15

PostSubject: Re: Midnight Academy   Sun Nov 17, 2013 6:51 am

Tokyo, bagian Barat

Nampak seorang remaja lelaki sedang mengatur berkas-berkas lecek miliknya, yang berhamburan ke segala arah. "Haaahhh.. Kitsune-Senpai masih belum datang, huh?" Gumamnya pelan sambil menghela nafas panjang. Sesekali dia menengok ke arah jam, lalu kembali membereskan berkas-berkas miliknya. Remaja lelaki bernama Rin Okumura ini adalah wakil kepala sekolah Midnight Academy, dan dia adalah bangsawan dari keluarga Okumura yang disegani oleh para penduduk prefektur Tokyo.

Meraih handphone genggam-nya di saku celana kirinya ketika dia merasakan adanya getaran, dan melihat layar handphone. 'Kitsune-Senpai'. "Hm.. Kira-kira ada apa?" Gumamnya pelan seraya mengangkat telepon itu. "Dengan Rin," Jawabnya. "Ah, Rin. Kau tau keluarga Minoguchi, kan?" Tanya sebuah suara di sana. "Eh, iya. 2 anak dari keluarga Minoguchi itulah yang kita incar, bukan?" Jawab Rin. "Yaps, benar sekali. Sekarang, ibunya sudah kupingsankan dengan obat bius yang kau berikan itu. Dia akan bangun 2 jam lagi, itupun jika anaknya berhasil menemukannya" Ucap Kitsune. "Hah? Kan sudah kubilang, kita tanya-tanya dulu ibunya, setelah itu kita pingsankan dan incar anaknya!" Bantah Rin. "Rin, kau tau, aku berjalan di jalan yang kutempuh selama ini dengan caraku sendiri," Jelas Kitsune. "Terus, apa kaitannya?" Tanya Rin. "Yaaahh~ Itu juga berarti, mengartikan bahwa aku tak peduli dengan apa yang disuruh, yang penting sudah menghasilkan hasil." Jawab Kitsune.

"Sudah, deh, aku bawa anaknya dulu ke sini memakai teleportasi milikku. Jaa nee~" Ucap Kitsune sambil mematikan telepon. "Heh, orang itu santai banget -_-" Ucap Rin dengan kesal. Rin menengok ke arah jendela, menampakkan seorang remaja lelaki bermata lime, sedang tertawa sinis seraya memegang suntikan, dan seorang remaja lelaki yang datang dengan terburu-buru, menghampiri ibunya. Lalu, si remaja bermata lime itu menyuntiknya, dan remaja lelaki yang menghampiri ibunya pingsan.

"Kerja bagus.."

_________________

Thanks, Tsu!
Back to top Go down
View user profile
 
Midnight Academy
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Celestial Dragon Academy
» Contest: Art Academy Christmas In Summer Drawing Competition!
» Midnight sale @MUTIARA AQUAMARINE
» GeekPolice Academy

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Midnight Academy :: Member Creativity :: Karangan Cerita-
Jump to: