Midnight Academy
Selamat Datang Di MA Dimana Kamu Main RPG Berbasis Battle, School, etc, games, dan lain-lain Segera Lah Register Kalau Guest Dan patuhi aturan, jangan sungkan ikutan Gabung

Administrator Team


Welcome to Midnight Academy
 
HomeNewsCalendarGalleryFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Midnight Academy
Forum AgoessNaruto ● Forum Diskusi Naruto
Tempat untuk para maniak Naruto
Paradox academy.
Mirai Academy
Public School, Official RPF
Animanga Indonesia Fan
Control Panel

Guest profile

Information

Preference

Signature

Avatar

Social

Friends and Foes

Memberlist

Groups

Private messages

Inbox

PM sent

Other

Topic is being watched

Switch account:



Share | 
 

 Deadman Fantasia

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Deadman Fantasia   Sun Nov 10, 2013 6:19 pm

Disclaimer
Story (c) Shuusuke Akai / Sei

----------
Selamat datang di Utopia, dunia penuh fantasi dan khayalan bagaikan negeri dongeng, menjawab semua impian dan harapan mereka yang rindu akan ketenangan, kedamaian dan pemandangan bagai nirwana. Segalanya terlihat begitu sempurna; air sungai semanis madu, hewan-hewan yang saling bercumbu, persediaan alam yang melimpah. Tetapi sudah menjadi hukum alam dimana kesempurnaan yang sesungguhnya itu tidak ada, bahkan tempat yang disebut-sebut sebagai Eden ini tidaklah sesempurna yang digambarkan.

Karena tempat ini hanyalah bagi mereka yang telah mati.

Tentu saja, semua hal indah itu adalah kedok belaka. Manusia yang telah dijemput ajal dikirim ke sana, hidup dalam alam penuh ambiguitas, terombang-ambing oleh cahaya harapan dan bayangan keputusasaan. Keindahan itu hanyalah tipuan untuk mengelabui para penghuni Utopia sebelum mereka dimakan oleh kejamnya rasa putus asa yang mendalam. Di tengah-tengah dunia macam itu, muncullah suatu entitas yang menyebut dirinya sebagai Hope, menjanjikan kehidupan kembali di dunia fana dengan syarat terlibat dalam sebuah permainan berdarah--saling membunuh demi terlepas dari kehidupan Utopia. Eden itu seketika berubah menjadi neraka sesuai skenario Sang Harapan, panggung perburuan manusia yang kejam dan penuh tragedi. Bisakah kau selamat dari maut yang kembali menjemputmu? Akankah kau kembali menggapai Harapan yang sesungguhnya?

Ingatlah bahwa Utopia tetap mempertahankan wujud manusiamu, bahwa setiap senti luka yang kau terima akan menyiksa syaraf-syarafmu, bahwa setiap darah yang menetes adalah bagian darimu. Bekali dirimu dengan senjata, kemampuan dan pikiran. Ketika kau mati, kau akan dikirim dalam kehampaan mutlak, alam gelap penuh akan keputusasaan yang luar biasa dalam. Siapkan hati dan fisikmu. Dan jika kau merasa sanggup untuk menjadi pemeran utama kisah penuh tragedi ini . . .

Welcome to Deadman Fantasia.

----------
Sebelum saya mulai membagikan formulir, saya akan memberitahukan beberapa hal yang perlu kalian perhatikan sebelum memutuskan untuk mengikuti RPG ini.

  • Saya tidak mengharuskan kalian untuk menggunakan bahasa yang baku, tetapi harap menulis dengan baik dan benar karena yang baik belum tentu benar dan yang benar belum tentu baik.
  • Dilarang membuat karakter Mary Sue / Gary Stu.
  • Yang berhak mengapprove formulir dalam RPG ini adalah saya sendiri selaku pembuat topik dan plot-maker.

Dan berikut adalah formulirnya:
Code:
[b]Nama:[/b]
(Nama karakter Anda)

[b]Usia:[/b]
(Usia karakter Anda saat meninggal)

[b]Gender:[/b]
(Jenis kelamin karakter Anda, hanya ada laki-laki dan perempuan)

[b]Penyebab Kematian:[/b]
(Penyebab kematian karakter Anda sehingga terkirim ke Utopia)

[b]Visualisasi:[/b]
(Sertakan gambar, nama dan asal visualisasi dalam spoiler)

[b]Karakteristik:[/b]
(Sifat karakter beserta kelebihan dan kekurangannya)

[b]Preferred Weapon:[/b]
(Senjata pilihan karakter, hanyalah senjata yang rupanya fisik seperti pisau atau gada)
Sekalipun ini adalah dunia fantasi, karakter tidak bisa menggunakan sihir. Manfaatkanlah benda-benda ajaib di sekitar Utopia untuk membantumu dalam pertarungan. Jika bertemu dengan musuh, gunakan sistem Rand dengan HP awal 400. Karakter yang telah mati dianggap keluar dari 'permainan' dan kamu harus membuat karakter baru.

Jangan sampai maut menjemputmu untuk kedua kalinya. Semoga keberuntungan menyertaimu.
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Mon Nov 11, 2013 7:46 am

Nama:
Christopher Fields (Christopheria Filzbourne)

Usia:
19 tahun

Gender:
Laki-laki (transgender, dulunya perempuan)

Penyebab Kematian:
Kehabisan darah setelah tertabrak mobil sport yang melaju kencang saat pulang dari konser piano.

Visualisasi:
Spoiler:
 
Karakteristik:
Perfeksionis dan kritis. Cukup sarkastik dalam berkata-kata, menganggap diam adalah emas. Benci hal-hal manis dan menyukai warna hitam. Tidak ingin dianggap lemah sehingga itu ia memutuskan untuk menjadi seorang laki-laki.

Meskipun terlihat tenang dalam melakukan apapun, sebenarnya pikirannya cukup kompleks; tidak ada yang tahu jalan pikiran Christopher selain dirinya sendiri. Denial, bahkan terlampau denial. Oh, dan dia juga cukup skeptis.

Preferred Weapon:
Pedang dengan panjang 60 cm berbilah baja dan bergagang platina hitam. Ia menemukannya saat terperosok ke dalam lubang di Utopia. Tidak memiliki spesifikasi khusus; beruntung Christopher sempat mempelajari sedikit ilmu berpedang.
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Mon Nov 11, 2013 6:25 pm

Ryokkun: Transgender ya... nggak ada masalah sih jadi langsung aja: Approved!
Welcome to Deadman Fantasia, may luck be with you.

----------
Nama:
Ivana 'Ivy' Alashkov

Usia:
17 tahun

Gender:
Female, of course.

Penyebab Kematian:
Bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya dalam ruangan tertutup. Hal itu menimbulkan bekas luka di pergelangan tangan kirinya ketika tiba di Utopia.

Visualisasi:
Spoiler:
 
Karakteristik:
Pendiam, pembaca situasi yang baik dan akan bertindak sesuai nalurinya. Pun begitu sesungguhnya ia begitu rapuh; benci berada dalam situasi dimana ia harus di-bully habis-habisan oleh teman-temannya karena dirinya adalah seorang albino. Terlalu banyak hal buruk yang terjadi dalam hidupnya hingga lupa bagaimana untuk tersenyum. Membenci langit malam karena itu akan mengingatkannya pada bintang yang akan memberinya harapan yang takkan pernah bisa dicapainya. Diam-diam peduli terhadap orang lain, bahkan hal sekecil apapun.

Preferred Weapon:
Pistol revolver hitam bergagang merah yang tidak sengaja dipungutnya bersamaan dengan beberapa helai kain di jalanan Utopia.

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Tue Nov 12, 2013 7:03 am

Christopher tidak pernah mempercayai sesuatu yang baru dikenalnya, tidak sampai hal itu benar-benar membuatnya yakin bahwa hal itu tidak akan membahayakan hidupnya. Dan itulah yang terjadi ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di tempat bau busuk ini, tempat bernama Utopia yang penuh dengan kebohongan dan tipuan.

Menjijikkan.

Pemuda berambut sehitam jelaga itu menyandarkan dirinya pada batang pohon eukaliptus tua yang mulai mengering, sesekali membiarkan udara hangat berhembus menerpa tubuh jenjangnya. Menggenggam gagang pedang platina di tangan kanan, Christopher muda memandangi senjata berbilah itu dengan pandangan tajam sebelum menyarungkannya kembali. Ia masih belum bisa mempercayai bahwa dirinya telah mati, bahwa dirinya tengah terlibat dalam sebuah pertarungan memperebutkan kehidupan kembali, bahwa dirinya terjebak dalam situasi irasional yang bahkan sulit dijelaskan akal sehat. Kemunculan seseorang yang menyebut dirinya sebagai Harapan masih belum cukup untuk meyakinkan sang pemuda berambut Raven atas kenyataan yang tengah dihadapi.

Lalu, sekarang apa?
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Tue Nov 12, 2013 9:35 am

Sesak.

Bau darah amis menyeruak dari hewan sejenis rusa yang tergeletak tak berdaya di hadapannya dengan selongsong peluru bersarang di kepala hewan malang itu. Nafasnya memburu, keringat dingin menetes dari tengkuknya. Ini adalah rusa ketiga yang berhasil ia jatuhkan hari ini karena salah mengira sebagai sosok manusia. Jika bukan karena terjebak dalam permainan mengerikan setelah kematian ini, ia tidak harus melakukan hal ini.

Sungguh, jika kehidupan alam barzah seperti ini, lebih baik ia kembali saja ke kehidupan dulunya yang menyakitkan. Tetapi tiada yang lebih menyakitkan daripada harus menghabisi nyawa sesama.

Ruby kembar itu bergulir, menatap suatu entitas di balik pohon Eucalyptus tua. Rambutnya hitam, sesuatu yang didambakan sang albino sejak dulu. Ia memang menginginkan kehidupan kembali, namun ia bukanlah seorang psikopat yang akan menghabisi nyawa siapapun tanpa pandang bulu. Memasukkan pistolnya ke dalam saku, gadis Alashkov itu pun menghampiri sosok pemuda tak dikenal itu.

"Ah, halo, sendirian saja?"

Setidaknya, cari sesuatu yang lebih bagus untuk dikatakan, bodoh.

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Minori "Noha" Minoguchi
Funny-Staff-Staff-Genit
Funny-Staff-Staff-Genit
avatar

Jumlah posting : 129
Join date : 2013-08-15

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Tue Nov 12, 2013 10:23 am

Nama:
Carol Addison

Usia:
15

Gender:
Perempuan

Penyebab Kematian:
Tenggelam di pantai ketika berenang, karena ombak di pantai sedang tinggi.

Visualisasi:
Spoiler:
 

Karakteristik:
Menyukai hal-hal yang mengandung warna merah, dingin, tidak terlalu suka diajak omong, itulah penyebab mengapa dia dianggap 'cewek dingin' oleh teman-temannya. Tapi dia cukup ceroboh, pelupa, dan cerewet, sebenarnya, walaupun temannya tidak menyadari hal itu.

Preferred Weapon:
Pedang katana yang panjangnya seukuran 50 cm; diambilnya ketika dia masuk ke dalam Utopia, dan menemukan pedang tersebut tertancap di tanah.

_________________

Thanks, Tsu!
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Tue Nov 12, 2013 11:18 am

Noha-sama: Nggak ada masalah sih jadi langsung aja: Approved.
Welcome to Deadman Fantasia, may luck be with you.

Untuk para peserta DF, permainan akan dimulai saat jumlah peserta (Out-RP) mencapai 4 orang. Yang berhasil bertahan hingga akhir (HP tidak 0, dia berhasil mendapatkan kehidupan kembali. Yang kalah harus membuat karakter baru ketika gelombang ini berakhir.

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Tue Nov 12, 2013 1:48 pm

"Ah, halo, sendirian saja?"

Menengadah, manik kehitamannya mendapati sesosok perempuan bersurai kontras dengan warna rambutnya. Dari fisik dan berat vokalnya, mantan pianis ini menilai bahwa gadis itu berusia sekitar tujuh belas—ah, mungkin delapan belas tahun. Perawakannya juga cukup mendukung dugaan Christopher, marilah kita anggap bahwa entitas yang tengah berdiri di hadapannya itu setidaknya lebih muda darinya.

"...heh. Kali ini aku tak akan termakan tipuanmu, dasar penghuni Utopia busuk. Kau kemari untuk mengelabuiku dan memakanku saat aku lengah, kan?" tuduhnya ketus seraya menghunuskan bilah pedang platinanya ke arah sang gadis. Persetan tentang apa yang dipikirkan perempuan itu sesungguhnya; mencurigai sosok yang tidak kau kenal sama sekali adalah prinsip utama untuk bertahan hidup di tengah situasi seperti ini. Bahkan Christopher pun tak tahu, kondisinya sekarang ini bisa disebut hidup atau mati.

"Aku sama sekali tak peduli kau perempuan atau tidak. Berhentilah berpura-pura tak berdosa, dasar monster jalang, tunjukkan wujud aslimu sebelum kuukirkan luka yang amat dalam tepat di jantungmu."
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Wed Nov 13, 2013 1:29 pm

Apa tadi dia bilang—monster jalang?

Yah, Ivana sering dipanggil dengan berbagai macam julukan yang diambil dari para anggota kebun binatang oleh teman-teman palsunya, tetapi baru kali ini seseorang yang tidak dikenalnya sama sekali menyebutnya dengan ungkapan seperti itu. Mungkin ia memang salah karena telah mengganggu pemuda berambut hitam itu, tetapi bukankah tuduhan itu terlalu kejam? Rasanya seolah sanubarinya tercabik, robek menjadi serpihan-serpihan daging yang perlahan menggumpal dengan cairan merah pekat berceceran di mana-mana.

Oke, kalimat yang belakangan itu sedikit menjijikkan.

"Tunggu sebentar, mungkin kau salah," sang gadis Alashkov mengambil langkah mundur sembari mengangkat kedua tangannya dan menggelengkan kepala. "Aku ini manusia sungguhan lho, bukan monster. Tolong turunkan pedangmu, Chernyy, melihat yang tajam-tajam itu sedikit mengerikan."

Mengambil nafas sejenak, kemudian menghembuskannya dengan wajah lelah. "Aku Ivana, Ivana Alashkov. Kau terlibat dalam 'permainan' ini juga?"

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Hearte Usagi
Student Senior
Student Senior
avatar

Jumlah posting : 20
Join date : 2013-11-13

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Sun Nov 24, 2013 4:45 am

Nama:
Reno Beilschmidt

Usia:
17 tahun

Gender:
Laki-laki

Penyebab Kematian:
Tertusuk pisau di perut saat berkelahi dengan para berandalan sekolah lain dan mati kehabisan darah.

Visualisasi:
Spoiler:
 

Karakteristik:
Terkesan cuek namun sebenarnya tipe yang pantang menyerah. Benci terjebak dalam situasi yang merepotkan, lebih suka mengambil gampangnya saja. Dicap berandal saat masih hidup.

Preferred Weapon:
Crossbow dengan panah beracun.
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Sun Nov 24, 2013 6:41 am

"Tunggu sebentar, mungkin kau salah. Aku ini manusia sungguhan lho, bukan monster."

Menajamkan pandangannya. Ini bukanlah bumi seperti yang dia kenal. Bisa saja perempuan yang berdiri di hadapannya ini benar-benar makhluk jejadian; mengubah wujudnya agar terlihat lemah, berbohong agar dirinya terperangkap dalam tirai dusta. Tidak ada jaminan bahwa sosok itu adalah manusia dan bukan monster, dasar skeptis. Setan paranoia yang menghantui raganya dan mengalir dalam darahnya tidak semudah itu untuk dikalahkan.

"Tolong turunkan pedangmu, Chernyy, melihat yang tajam-tajam itu sedikit mengerikan. Aku Ivana, Ivana Alashkov. Kau terlibat dalam 'permainan' ini juga?"

Permainan?

"Iya atau tidak, itu bukan urusanmu, kan?" jawabnya ketus, tak kunjung menurunkan bilah pedangnya. Christopher masih belum bisa sepenuhnya mempercayai sosok bernama Ivana itu. "Buktikan kalau kau benar-benar manusia, perempuan. Kalau kau berbohong, tentu kau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, benar?"

Tolong maafkan dia, Miss, Christopher memang luar biasa skeptis.
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Fri Feb 20, 2015 8:40 am

Hearte-san : So far so well, Approved.
Welcome to Deadman Fantasia, may luck be with you.


'Benar-benar manusia?' Tunggu—ia benar-benar manusia. Bukan makhluk jejadian atau apalah-namanya-itu. Ruby kembar miliknya menyipit, menyiratkan pandangan yang membangun suatu keyakinan bahwa ia adalah manusia. Tapi percuma, ia bisa menebak bahwa manusia di depannya ini luar biasa skeptis—dan itu berarti, ia harus menyertakan bukti yang cukup untuk menyangkal bahwa ia manusia.

"Tunggu, aku manusia tulen, lho. Kau bisa memastikan itu dengan caramu sendiri—karena aku tahu kalau aku tak mempunyai bukti cukup untuk menyangkal bahwa aku manusia," ucapnya dengan wajah lelah. Ia terlalu lelah untuk berargumen, dan ia terlalu lelah untuk berdebat. Dan ia tak mau perdebatan sampai padanya.

Cukup sampai sini saja—kumohon.

Ia mencengkram bajunya—berharap dengan takut-takut. Berharap kalau ia bisa mendapatkan bukti yang dapat menyangkal bahwa ia manusia.

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Sat Feb 21, 2015 9:56 am

Pernyataan yang dibuat oleh perempuan di depannya sedikit membuatnya terkejut. Memastikan dengan caranya sendiri? Bagus—berarti, perempuan ini sudah siap bermain kejar-kejaran bersama Christopher, benar? Mereka akan memainkan kejar-kejaran yang serius dan memicu adrenalin, bukan kejar-kejaran untuk bermain seperti anak kecil dalam tahap bocah belaka.

Ia menatap perempuan bernama Ivana itu tajam sebelum tersenyum samar. "Hem, kau bilang, aku dapat memastikan bahwa kau manusia dengan caraku sendiri, 'kan? Kalau begitu," ia menempelkan pedangnya pada leher perempuan itu dengan cepat. Senyuman yang ia ukir sebelumnya berubah menjadi tatapan tajam bak iblis yang diutus langsung dari neraka.

"—kita akan bermain kejar-kejaran yang asyik, wahai makhluk jejadian." ucapnya sinis. Manik hitam jelaga miliknya tak berhenti menatap ruby kembar di depannya, seolah tak bosan dengan pemandangan yang sama, walau sudah ditampakkan seribu kali dalam hitungan seminggu. "Meminta belas kasihan pun percuma. Kau tetap penghuni Utopia busuk yang harusnya berada di neraka." ketus Christopher dengan nada geram.

Dasar skeptis.
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Sat Feb 21, 2015 10:12 am

Rasa dingin sempat menusuk tulang leher bagian kanannya. Perkataan sang pemuda di depannya barusan membuktikan sesuatu—pemuda ini akan membunuhnya, kalau ia tidak segera mengambil tindakan cepat. 'Kejar-kejaran', katanya. Kalau begitu, pemuda ini serius akan membunuhnya. Membela diri sendiri pun percuma, karena mungkin saja, pemuda yang di depannya ini akan segera membunuhnya di tempat.

Dengan gerak cepat, ia meraih pistol revolver yang ia simpan di sakunya. Keringat dingin mulai menetes dari tengkuknya, nafasnya mulai memburu. Permainan sudah dimulai, walaupun hanya sekedar awalan dari segalanya belaka. Pistol ia acungkan ke arah pemuda itu dengan takut-takut. Ia tahu segalanya akan terjadi, walau 'segalanya' yang ia maksud itu takkan seindah khayalan yang ada di dalam pikiran setiap manusia.

Pelatuk mulai ia tekan. "—akan kubuktikan bahwa aku adalah manusia," ia mengatakan hal tersebut dengan gemetar. Pelatuk yang tadinya ia tekan pun, sekarang ia lepas. Ruby kembarnya tak mengerjap, dibiarkan melotot begitu saja—memantulkan bayangan pemuda itu dengan jelas. "—dan akan kubuktikan sekarang juga."

Pelatuk ditekan dengan kencang, selongsong peluru berpacu menuju bahu kiri pemuda itu. Seakan siap bersarang disana.

Random number (1,10) :
10

Note : Genap berhasil, ganjil gagal.

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Sat Feb 21, 2015 10:26 am

Hebat. Ia kira perempuan ini hanya bermain-main dengan pistol itu.

Asap mesiu keluar dari moncong pistol revolver tersebut, menandakan selongsong peluru berhasil ditembakkan. Tepat setelah sebuah bunyi seperti ledakan terdengar, bahu kirinya agak sakit, seperti ada sesuatu yang menerobosnya secara paksa. Ketika ia menorehkan kepalanya ke arah kiri, bahu kirinya sudah mengeluarkan darah dan berlubang.

"Kau—" pedang yang awalnya ia pegang dengan kokoh menggunakan tangan kanannya, kini telah tergeletak di tanah, menggelepar pelan sebelum akhirnya tak bergeming begitu saja layaknya sampah. Maniknya menatap ruby kembar sialan itu dengan sengit. Nafsu membunuh mulai berapi-api di dalam mata seorang Christopher belia. Nona albino yang berada di depannya ini pasti takkan pergi hidup-hidup.

Oke, beberapa kalimat yang diucapkan belakangan itu sedikit—ofensif?

Dengan cepat, ia membungkuk dan mengambil pedangnya yang telah tergeletak di tanah. Persetan dengan Harapan, persetan dengan siapa sebenarnya monster jalang di depannya ini, dan persetan dengan bahu kirinya yang sedang terluka dan perlu penanganan medis. Siapapun yang memiliki inisiatif untuk membunuhnya, akan ia bunuh dengan cepat.

Ketika pedang sudah diraih oleh tangan kirinya, tanpa ragu ia mengarahkan moncong pedang pada leher perempuan di depannya—sebelum menusukkannya. Orang yang ingin membunuhnya adalah orang yang pantas untuk mati dan dikirim ke neraka.

Random number (1,10) :
8

Current HP
400 - 15
385
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Sat Feb 21, 2015 11:44 am

Keringat dingin menetes dari tengkuknya. Nafasnya memburu. Ia berhasil menembak seseorang—walau ia tidak menyukai ini. Jika di dunia nyata, ia akan segera meminta maaf dan menanggung akibatnya. Namun sekarang, dimana 'pertaruhan nyawa' berlaku, ia tak dapat menukar nyawanya. Sudah menjadi hukumnya dimana kau hanya dapat mempertahankan hidup dengan membunuh sesama.

Omong-omong, beberapa detik yang lalu, lehernya terasa sakit.

Ketika ia melirik ke arah bawah, sebilah pedang tampak menusuk lehernya. Membuatnya tak dapat berbicara. Pita suaranya serasa terpelintir. Tenggorokannya serasa terbakar. Ia kembali menatap wajah pemuda di depannya, terlihat begitu menderita. Ia tahu kalau ini salahnya karena menembak pemuda itu—ia tahu.

Tak dapat bicara. Itu hal yang menyakitkan. Ingin sekali rasanya meminta maaf dengan sepenuh hati, namun apabila ia berusaha menyuarakan sesuatu dari tenggorokannya, rasa sakit di tenggorokannya makin parah. Darah mengalir deras dari tenggorokannya, dan keluar melalui lubang di tenggorokannya, juga dari mulutnya. Membuatnya berceceran diatas hamparan rumput hijau.

Pistol revolvernya terjatuh, sementara ia tersungkur ke tanah. Tepat ketika ia tersungkur, dengan cepat tangan kanannya meraba-raba tanah sebelum mendapatkan suatu obyek yang tentu sudah ia kenal. Suhunya panas, karena sudah ia gunakan beberapa saat yang lalu. Pistol revolvernya ia raih, tangannya mencengkram kuat benda yang menurutnya tidak layak pakai tersebut.

Moncong ia arahkan ke arah dahi pemuda itu. Masih dengan tersungkur. Tidak ada jaminan kalau serangan itu tidak akan meleset. Tapi, lihat saja.

Random number (1,10) :
6

Current HP
400 - 15
385

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Deadman Fantasia   Sun Feb 22, 2015 3:19 am

Ternyata benar, perempuan yang ada di depannya ini monster jalang.

Apa katanya tadi, ia sudah curiga kalau perempuan ini hanyalah monster jalang yang ingin mencari perhatian dan kemudian menampakkan wujud aslinya, seperti di dongeng-dongeng kebanyakan. Tapi, perempuan ini sudah melebihi monster jalang belaka. Perempuan ini sudah mencapai tahap monster jalang dengan jumlah lebih dari seribu. Monster yang jahat dan bengis dicampuradukkan menjadi satu di dalam satu wujud.

Peluru kembali diluncurkan, kali ini ke arah dahinya. Ia sempat menghindar, namun pelurunya lagi-lagi mengenainya. Peluru dari pistol revolver si monster jalang di depannya ini mengenai tulang diatas alis kanannya. Lumayan menyiksa bola mata kanannya, namun ini belum seberapa apabila dibandingkan dengan ketika ia tertabrak mobil sport. Sakitnya tak tertahankan.

Bahu kirinya dan alis kanan bagian atasnya sedikit berdenyut, darah yang keluar juga makin banyak. Ah, persetan dengan penanganan medis. Ia tidak menaruh perhatian dengan lukanya, selama perempuan yang ada di depannya ini tidak mengganggunya. Dan selama ia bisa memastikan bahwa perempuan bernama Ivana ini merupakan seorang manusia tulen.

Tapi, ia tak peduli siapapun Ivana itu sebenarnya. Manusia ataupun penghuni Utopia seperti yang ia sebutkan beberapa saat yang lalu, ia tetap memandang Ivana sebagai seorang monster yang kehausan akan darah, dan lapar akan daging manusia yang menggumpal juga telah menyatu dengan darah yang berperan sebagai penyedap rasa. Oke, kalimat ini menjijikkan.

Manik sehitam jelaganya menatap ruby kembar itu dengan tatapan hampa. Pergerakannya sempat terkunci—namun, dengan segera, ia menarik paksa pedang yang kini sedang menancap di esopagus perempuan bernama Ivana itu. Persetan dengan darah yang merembes keluar dari lubang yang terbentuk karena pedangnya. Monster tetaplah monster. Setiap jengkal aksinya tak dapat ditolerir.

Kini, ia mengarahkan pedangnya ke bahu kiri perempuan jalang itu—sebelum menghujamkannya dengan gerak cepat. "Nih, balasanmu untuk lukaku, monster." lagi-lagi, dasar skeptis.

Random number (1,100) :
22
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Deadman Fantasia   

Back to top Go down
 
Deadman Fantasia
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Midnight Academy :: Other RPG :: Fantasy-
Jump to: