Midnight Academy
Selamat Datang Di MA Dimana Kamu Main RPG Berbasis Battle, School, etc, games, dan lain-lain Segera Lah Register Kalau Guest Dan patuhi aturan, jangan sungkan ikutan Gabung

Administrator Team


Welcome to Midnight Academy
 
HomeNewsCalendarGalleryFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Midnight Academy
Forum AgoessNaruto ● Forum Diskusi Naruto
Tempat untuk para maniak Naruto
Paradox academy.
Mirai Academy
Public School, Official RPF
Animanga Indonesia Fan
Control Panel

Guest profile

Information

Preference

Signature

Avatar

Social

Friends and Foes

Memberlist

Groups

Private messages

Inbox

PM sent

Other

Topic is being watched

Switch account:



Share | 
 

 Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   Sun Sep 01, 2013 1:55 pm

Author’s Note
Sebelum kalian memutuskan untuk membaca post ini dan seterusnya, biar kuberitahu sesuatu—post ini panjang. Panjang pake banget. Ya nggak segitunya juga sih, tapi tetep panjang. Anggaplah ini cerita sampingan dari RPG Code:Asylum yang lagi berlangsung. Battle RP ini menggunakan sistem Rand yang sudah kami (saya dan Shuusuke Akai) sepakati bersama sebelumnya: HP awal 500 dan nilai serangan maksimum 100. Lalu catatan untuk diri saya biar nggak lupa bahwa setiap kali Allen menggunakan kekuatannya maka HP-nya akan berkurang 15 poin.
♦♦♦♦♦
Ten little niggers went out to dine;
One choked his little self and then there were nine.
. . .
Membisikkan sebait sajak berima klasik1 karya sang legenda Agatha Christie dengan perlahan—tepat ketika bel tanda makan malam berakhir selesai berdering. Senyumnya terkembang lebar, energinya kembali terisi, dan tubuh kurusnya telah menemukan tempat yang nyaman untuk sedikit bersantai dalam kompartemen ‘penahanan’ pasien subjek proyek percobaan manusia itu. Sehabis menyaksikan sebuah tontonan menarik dari ruang makan—bahwa salah seorang dari bloknya jatuh pingsan karena tersedak meatball super-asin—rasanya membisikkan pantun itu tidak begitu buruk juga. Besides, tidak ada salahnya menganggap hidup itu indah walau hanya sekilas, bukan?

Sayangnya, seperti kataku tadi, anggapan itu dapat menjadi kadaluarsa dalam hitungan milisekon bagi pemuda berambut kelabu ini. Meski di luar sana kembali terjadi keributan soal subyek percobaan yang mencoba untuk memberontak, dia tak begitu tertarik dengan apa yang akan terjadi pada orang lain. Bodo amat, dasar orang-orang gi-la—meski dirinya tak jauh berbeda dari ungkapan itu. Hei, ini rumah sakit jiwa, kan? Sebuah tempat yang pada dasarnya menampung mereka yang memiliki gangguan jiwa dan mental untuk direhabilitasi, kan? Ungkapan itu tidak salah, malah benar-benar tepat. Apalagi, saudara-saudara, jika ditujukan kembali pada si sinting Allen Sylvester.

See, dia adalah salah seorang dari sekian banyak penderita BPD di dunia, plus kadar kemasokisannya tergolong sangat parah sehingga dia akan menyiksa dirinya sendiri dengan tujuan untuk mengakhiri hidup. Masih termasuk masokis, memang, karena dia begitu menikmati sensasi ketika menyakiti tubuhnya seorang diri. Menganggap hal itu adalah ritual yang dibutuhkan untuk pergi ke dunia impiannya di alam sana dengan kemampuan sendiri. Pffft. Ritual konyol. Tapi begitulah dia, senekat itu hanya untuk menggapai impian yang tak masuk akal.

. . .
One little nigger left all alone;
He went out and hanged himself and then there were none.

Ketika baris terakhir syair itu terucap, ke-sinting-an pemuda ini agaknya kembali kumat.

“Gantung diri?” Mengetuk jarinya pada dinding kompartemen sambil terkekeh licik. “Kurasa itu oke. Kenapa nggak kepikiran dari dulu ya? Wow. Aku memang jenius. Awesome. Sekarang, waktunya untuk mencari tali—” lalu melirik ke arah pintu dengan mata menyipit, “—hampir lupa. Berarti aku harus berurusan lagi dengan si Tante Judes, nih. Asyik, asyik, bakal ditembakin lagi. Nggak sabar.”

Meletakkan telapak tangannya di dinding yang perlahan-lahan mulai membeku, kemudian setelah dirasa cukup beku-rapuh dia pun mendorongnya sekuat tenaga. Berhasil, bisa diduga, walau kini bukan waktunya untuk joget ala anak kecil dan monyet komplotannya. Ada untung dan ruginya juga—untung karena letak kamar pasiennya berada di percabangan lorong; rugi karena kamera pengawas berada persis di atas dinding yang dirusak.

Bweh. Peduli amat.

“. . . nah, sekarang ke mana?”
Current HP
500 – 15
485
1 And Then There Were None a.k.a Ten Little Niggers, sebuah novel detektif karya Agatha Christie
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   Wed Oct 16, 2013 12:34 pm

OOT: Uwah, gomen ne Ryokkun! Di luar dugaan, kesibukan IRL mendadak numpuk... Sori ya ngelanjutinnya lama OTL

----------
Nggak ngerti lagi deh gue.

Memang, adalah sebuah cobaan bagi dirinya untuk mengawasi mereka yang mulai sinting. Terlepas dari kegembiraannya menghukum para manusia percobaan pemerintah itu jika mereka keluar dari garis yang telah ditentukan, rasanya ia bisa ketularan tidak waras bila terus-terusan berada di tempat yang notabene adalah rumah sakit jiwa itu. Sedikit ralat, tempat yang 'dulunya' rumah sakit jiwa. Tak sedikit orang-orang yang mengalami gangguan jiwa ikut memperoleh kekuatan misterius dan hal itu entah kenapa cukup membuatnya pusing. Hal baiknya, wanita itu bisa lebih sering menghilangkan kejenuhan dengan sedikit 'bermain' bersama kelinci-kelinci percobaannya. Berita buruknya, kalau si kelinci percobaan kelewat sinting maka ia harus bekerja sedikit lebih ekstra untuk menertibkannya, kan?

Brakkk!

Elisa menghela nafas sambil menyibakkan surai kremnya, sapphire-nya berputar bersamaan dengan kedua alis terangkat. "Sayang, padahal aku ingin sedikit bersantai sambil minum teh buatan Emily," desahnya kemudian mengambil tongkat listrik dari sarungnya. "Dasar kelinci nakal, kau harus membayar ini dengan membuat rasa bosanku hilang."

Bagaikan telah sangat terbiasa menghadapi ini, wanita itu bisa dengan mudahnya menemukan asal suara yang baru saja didengarnya tadi. Senyum licik tersungging di bibirnya, raut wajahnya tampak begitu senang seolah-olah menemukan sebuah harta karun.

Dari kejauhan, ia bisa melihat sesosok berambut putih keperakan—salah satu dari sekian banyak Subject yang mampu membuat Lady Vryscovich ini kesal bukan main. Begini, mungkin dari seluruh Subject yang berada di bawah pengawasannya, hanya pemuda itulah yang begitu senang ketika menjadi 'mainan' Elisa. Bukannya justru menolak dan memberontak, ia malah akan dengan senang hati menerima seluruh hukuman yang diberikan. Itu membuat Elisa kesal karena semakin lama ia menjadi semakin membosankan.

Sialnya lagi, 'memberikan pelajaran' kepada pemuda itu sudah menjadi kewajibannya.

"Apa boleh buat—akan kulumpuhkan dia dengan peluru-peluru kesukaanku," ia pun menarik pistol tangan dengan tangan kirinya dan menembakkannya ke arah pemuda itu tanpa ragu-ragu. (OOT: Anak baik jangan tiru ini ya, main asal nembak ke orang gitu aja /bukangitujugasih/)

Random number (1,100) :
58
Current HP
500

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   Mon Nov 11, 2013 4:52 am

BANG!

Pemuda itu tersungkur, sebuah tabung perak kecil bersarang tepat di femur pahanya. Bukannya merintih kesakitan, ia justru menyeringai; kemudian tertawa terbahak-bahak seolah tertembak adalah sesuatu yang menggelikan. Ada sesuatu yang salah dengan koordinasi syarafnya, memang tepat jika ia dimasukkan dalam penjara bekas fasilitas rehabilitasi kejiwaan macam ini.

"Hello, Tante Judes. Senang bertemu denganmu di sini; mau main petak umpet bersamaku?"

Mengambil sebongkah puing dinding dan membiarkannya membeku, kemudian melemparkannya kepada sang Warden wanita. "Nih, oleh-oleh sebelum mulai main."
Random number (1,100) :
60

Current HP
485 - (58 + 15)
485 - 73
412
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   Mon Nov 11, 2013 1:42 pm

"Dobryy vecher, Nomor Dua. Kebetulan sekali, aku juga ingin sedikit 'bermain-main' denganmu. Mungkin jika kita libatkan beberapa aksi di sana akan jauh lebih menarik, ya?" Sang Warden wanita tersenyum sinis, kedua kurva tipisnya merapat sembari menempelkan gagang pistol ke pipinya; mengelus benda itu kemudian mengarahkan larasnya ke arah pemuda berambut kelabu di hadapannya.

Sayangnya, sang kelinci percobaan justru berhasil melancarkan serangan terlebih dahulu.

BLETAK!

Entah apa yang dilemparnya barusan, namun yang Elisa tahu benda itu mengirimkan impuls yang menyakitkan pada mata kanannya. Jika wanita itu tidak menggerakkan atlasnya ke arah samping dengan refleks, mungkin matanya akan benar-benar terluka. Bocah kurang ajar—beraninya ia melakukan itu pada seorang Elisa Vryscovich.

Matanya membelalak, pupilnya mengecil. Seringai jahat terukir di wajah ovalnya; ia sungguh harus memberikannya pelajaran.

Pengejaran dimulai.

DOR!

Random number (1,100) :
77

Current HP
500 - 60
440

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   Tue Nov 12, 2013 2:26 pm

Yang namanya ditembak itu pasti sakit, tapi pemuda ini justru menyukai sensasi itu.

Selongsong peluru kini menembus humerus kirinya, cairan merah pekat merembes dari balik baju tahanannya. Rasa perih itu justru semakin membuat darah Allen bergejolak, ketika syaraf-syaraf tubuhnya harus tersiksa dengan impuls-impuls yang begitu menyakitkan. Tungkainya terus bergerak, terlepas masih ada tabung perak yang bersarang di sebelah femurnya. Seandainya dia adalah manusia biasa, mungkin ia bisa mati kehabisan darah; namun Allen berbeda. Dia adalah bahan percobaan milik pemerintah—obat-obatan kimia yang berada dalam tubuhnya telah menjadikan daya tahan tubuhnya lebih kuat.

Sesungguhnya dia perlu sedikit berterimakasih kepada pemerintah atas itu.

Berbelok di percabangan lorong, pemuda berambut kelabu itu mengambil tabung pemadam kebakaran terdekat kemudian dengan cerdik menyemprotkan isinya ke lantai besi di belakangnya. "Yang ini, cukup untuk membuat adegan selancar yang oke."

Random number (1,100) :
97

Current HP
412 - 77
335
Back to top Go down
View user profile
Shuusuke Akai
Special Admin
Special Admin
avatar

Jumlah posting : 93
Join date : 2013-08-16

PostSubject: Re: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   Wed Nov 13, 2013 1:54 pm

Elisa tidak habis pikir dengan pemuda itu. Seharusnya peluru-peluru itu cukup untuk melumpuhkan sang kelinci percobaan dan membuatnya berhenti berlari, namun pada kenyataannya ia terus bergerak seolah tak mempedulikan darah yang kian bercucuran dari kedua ekstremitasnya. Di satu sisi hal itu cukup menyebalkan, namun di sisi lain hal itu membuat adrenalin sang Warden wanita bergejolak. Endokrinnya bekerja dengan begitu baik sampai rasanya semangat sang Lady Vryscovich menjadi membara.

Namun sudah tentu, segalanya yang berlebihan akan dihentikan oleh Yang Berkuasa Di Atas Segala Yang Berkuasa.

Wanita itu turut berbelok di percabangan koridor mengikuti sang pemuda tanpa tahu bahwa genangan cairan berbusa licin membasahi lantai besi itu. Tentu saja, sol boots hitamnya itu tak kuasa mencengkeram partikel-partikel lantai; wanita itu berusaha untuk tidak terjatuh dengan berpegangan pada plat besi tebal yang melekat di dinding namun tindakannya itu sia-sia. Ia menabrak dengan keras, skapikula kanannya menghantam tembok besi diikuti dengan benturan di kepala. Ini konyol, terluka karena menabrak dinding. Ini tidak bisa dibiarkan, pemuda itu sungguh membuat Elisa semakin terbakar emosi.

"Lihat saja, bocah sial, akan kupastikan tubuhmu bermandikan warna darah merah kesukaanku," tangannya kembali mengangkat pistol kemudian mengarahkannya pada sosok pemuda berambut kelabu di sebelah sana.

Random number (1,100) :
81

Current HP
440 - 97
343

Demi apa hoki rand-mu ngeri, Ryokkun. =))

_________________

"Run, my little rabbits. Run so I can chase you and hunt you down."
—Elisa Vryscovich
Back to top Go down
View user profile
Ryokkun
Expectant
Expectant
avatar

Jumlah posting : 30
Join date : 2013-08-22

PostSubject: Re: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   Sun Nov 24, 2013 6:14 am

Rasanya dihujani peluru perak sang Warden wanita merupakan pengalaman yang amat menakjubkan. Ketika dia menganggap kue coklat adalah sesuatu yang begitu manis, sensasi peluru yang menyiksa syaraf-syaraf tubuhnya terasa lebih manis dari itu. Memang tidak ada yang bisa mengerti bagaimana sistem koordinasi aksialnya bekerja; mungkin hanya Tuhan dan PM yang tahu.

Pemuda berambut kelabu itu masih terus memacu langkahnya sembari menempelkan telapak tangannya pada sisi dinding sebelah kanan. Bagaikan disiram nitrogen cair, dinding besi itu serta-merta berubah menjadi beku, memunculkan kristal-kristal es yang dengan cepat tumbuh menjadi rintangan tajam bak bilah pisau. Kembali berbelok di percabangan lorong, kali ini dia memastikan rintangan yang menghalangi jalan itu bekerja cukup baik.

"Nah, sekarang, bagaimana bisa kau melewatinya, hem?"

Random number (1,100) :
2

Current HP
335 - (15 + 81)
335 - 96
239

Makasih, situ juga :]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich   

Back to top Go down
 
Allen Sylvester VS Elisa Vryscovich
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Rule the Roost sweepstakes
» Brealey Myers Allen 10e Chapter 19 Solution Pdf.rar
» Brealey Myers Allen 10e Chapter 19 Solution Pdf.rar
» Camille Allen Tubes

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Midnight Academy :: Other RPG :: Battle Room-
Jump to: